Gubernur Aceh Mualem Sebut LGBT Telah Berkomunitas, Forkopimda Bentuk Tim Terpadu Pemantauan Media Sosial dan Aplikasi WALLA

Penulis: Ragil  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:41:01 WIB

BANDA ACEH — Rapat Forkopimda Aceh yang digelar Kamis (23/7/2026) menghasilkan sejumlah langkah konkret untuk membendung penyebaran LGBT. Sekretaris Daerah Aceh M Nasir Syamaun memaparkan bahwa komunitas LGBT tidak hanya bergerak di ruang digital, tetapi juga terindikasi aktif di warung kopi, barbershop, dan tempat fitness atau gym.

Aplikasi WALLA Jadi Sarana Interaksi Sesama Jenis

Dalam paparannya, Sekda Nasir menyebutkan kelompok LGBT menggunakan aplikasi WALLA yang dikembangkan oleh Catch Me LLC dan tersedia di Google Play. "Aplikasi ini dirancang untuk memfasilitasi interaksi antar pria yang memiliki ketertarikan sesama jenis," katanya.

Gubernur Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menyatakan bahwa sebaran LGBT sudah sangat meresahkan. "Itu persoalan serius di Aceh. Selain bertentangan dengan Syariat Islam, LGBT juga menyebar penyakit mematikan HIV/AIDS," ujar Mualem dalam pernyataan resmi di Banda Aceh, Jumat (24/7/2026).

Kapolda Instruksikan Pemantauan Medsos, BIN Sebut Ancaman Non-Militer

Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan yang turut hadir dalam rapat menyatakan LGBT sangat berbahaya. Ia langsung menginstruksikan jajarannya untuk memantau aktivitas mereka di media sosial. "Segera dilaksanakan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BIN Aceh Andrie P Mulia menilai gerakan LGBT sebagai ancaman non-militer yang sangat terorganisir. "Ini anomali untuk daerah yang kita sebut sebagai Serambi Mekah," katanya. Andrie menambahkan bahwa kelompok ini sudah merambah hingga ke kampung-kampung dan menghalalkan segala cara untuk tetap eksis.

Reporter: Ragil
Sumber: waspadaaceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top