TAKENGON – Akses menuju Kemukiman Wihni Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, kembali lumpuh total. Jembatan darurat yang dibangun relawan pascabencana akhir 2025 lalu hanyut diterjang arus Sungai Kali Ili akibat tingginya intensitas hujan dalam dua hari terakhir, Rabu (1/4/2026).
Tokoh masyarakat setempat, Sertalia, mengonfirmasi bahwa putusnya jembatan tersebut menyebabkan lima kampung di wilayah tersebut kembali terisolir. Warga kini kehilangan satu-satunya akses mobilitas yang sempat dipulihkan sementara oleh para relawan Jagong Jeget.
Tingginya curah hujan di wilayah dataran tinggi Gayo memicu luapan air sungai yang menghantam struktur jembatan darurat hingga putus total. Kondisi ini menjadi pukulan berat bagi warga yang baru saja mencoba bangkit dari bencana hidrometeorologi bulan November tahun lalu.
Kabar baiknya, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah menyiapkan solusi permanen sementara berupa jembatan Bailey.
Kepala Dinas PUPR Aceh Tengah, Pijas Visara, menyatakan bahwa material jembatan Bailey telah dijadwalkan dikirim langsung dari Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, pada Senin, 30 Maret 2026 lalu.
"Material dikirim langsung ke lokasi. Pembangunan akan dikerjakan secara kolaborasi antara Zidam Iskandar Muda bersama Dinas PUPR Aceh Tengah," jelas Pijas.
Pemerintah menargetkan proses pemasangan jembatan Bailey di Kala Ili akan rampung dalam waktu 20 hari sejak pekerjaan dimulai. Langkah cepat ini diambil guna memulihkan urat nadi perekonomian dan akses sosial masyarakat di Kemukiman Wihni Dusun Jamat yang saat ini kembali terhambat.
Hanyutnya jembatan darurat sebelum jembatan Bailey terpasang ini mendesak percepatan pengerjaan di lapangan agar isolasi wilayah tidak berlangsung berlarut-larut.